Kanwil Kemenag Jabar Gelar Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Waka Kurikulum Madrasah

Oleh : Teddy Hermansyah, S.Pd | Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 7 Majalengka, Sekretaris MGMP PP MTs Kab. Majalengka, Pengurus MGMP PP MTs Jawa Barat dan Anggota Bidang Penulisan Artikel Populer Agerlip PGM Indonesia)

 

 


Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum dari jenjang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se-Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu, 29 April hingga Jumat, 1 Mei 2026, bertempat di Gumilang Regency Hotel Kota Bandung.

 

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran strategis Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di madrasah. Ia menyatakan bahwa posisi waka kurikulum merupakan “jantung” institusi pendidikan, karena keberhasilan implementasi kurikulum sangat bergantung pada kapasitas dan komitmen mereka.

 

 

Secara kuantitatif, kegiatan ini diikuti oleh 238 peserta yang terdiri atas 77 Wakil Kepala Kurikulum jenjang MAN dan 161 Wakil Kepala Kurikulum jenjang MTsN. Dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd., menyampaikan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan kemampuan implementatif peserta terkait Kurikulum Berbasis Cinta sebagai paradigma pendidikan berbasis nilai.

 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh madrasah di lingkungan Jawa Barat diharapkan mampu mengimplementasikan KBC secara sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai instrumen operasional yang dapat diaplikasikan di madrasah masing-masing.

 

Kegiatan Bimtek ini menghadirkan narasumber berkompeten di tingkat nasional yang terlibat langsung dalam penyusunan dokumen Kurikulum Berbasis Cinta serta telah mengikuti program Training of Trainers (TOT). Hal ini dimaksudkan untuk menjamin validitas materi dan efektivitas transfer pengetahuan kepada peserta. Ketua panitia juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif, fokus, dan keseriusan peserta agar capaian pembelajaran dalam kegiatan ini dapat optimal.

 

Dalam arah kebijakan yang disampaikan, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan penguatan karakter Islami. Nilai-nilai rahman dan rahim menjadi landasan filosofis dalam membangun budaya kasih sayang, empati, dan tanggung jawab sosial di lingkungan madrasah.

 

Ia juga menggarisbawahi bahwa proses pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk kepala madrasah, wakil kepala, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan lainnya. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dan integratif menjadi kunci dalam keberhasilan implementasi kurikulum.

 

Dalam konteks pendidikan kontemporer, madrasah diharapkan mampu mengembangkan jejaring kemitraan strategis dengan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), guna meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan. Di sisi lain, tantangan era digital, khususnya pengaruh media sosial terhadap degradasi nilai-nilai keislaman, perlu direspons secara adaptif dan konstruktif.

 


Sebagai kerangka operasional, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta mencakup lima dimensi utama, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air. Melalui pendekatan ini, diharapkan madrasah mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan menghadapi dinamika global.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kanwil Kemenag Jawa Barat berharap para Wakil Kepala Kurikulum dapat menyusun KBC dengan melibatkan tim yang sudah ditunjuk sesuai panduan resmi, menjadi agen perubahan (change agents) dan menularkan ilmu yang sudah didapatkan dari hasil Bimtek KBC di madrasah masing-masing.
Lebih baru Lebih lama